Jumat, 11 Januari 2013

PENGANTAR ILMU PETERNAKAN


Tugas  makalah



PENGANTAR ILMU PETERNAKAN











Oleh:

FATMAWATI KASIM
L1 A1 A1 12 030


JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2012

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Konsumsi gizi yang baik dan cukup seringkali tidak bias di penuhi oleh seorang karena factor eksternal maupun internal. Factor eksternalnnya mennyangkut ketrbatasan ekonomi keluarga sehingga uang yang tersedia  tidak cukup untuk membeli makanan. Sedangkan factor internal adlah factor yang terdapat didalam diri anak yang secara psikologis muncul sebagai problem makan pada anak. Anak balita memang sudah makan apa saja seperi halnya orang dewasa. Tetapi mereka juga  bias menolak bila makanan yang di sajikan tidak memenuhi selera mereka.
Oleh sebab itu para orang tua harus berlaku demokratis untuk sekali mengindahkan makanan yang memang menjadi ke gemaran si anak. Gizi yang baik berperan penting didalam mencapai pertumbuhan badan yang optimal. Dan pertumbuhan badan yang optimal ini mencakup pula pertumbuhan otak yang sangat menentukan kecerdasan seseorang.
1.2  Masalah
Faktor yang terlihat pada  lingkungan  masyarakat adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi-gizi yang di penuhi anak pada masa pertumbuhan. Ibu biasanya justru membeliksan makanan yang enak pada anaknya tanpa tahu apakah makanan tersebut mengandung gizi-gizi yang cukup atau tidak, dan tidak mengimbanginnya dengan makanan yang sehat yang mengandung banyak gizi
1.3  Tujuan
Adapun tujuan yang di tulis oleh penulis yaitu:
1.            Untuk mengenal lebih jelas tentang pemenuhan kebutuhan gizi pada balita.
2.            Menu makanan yang ideal untuk balita.
3.            Serta faktor yang mempengaruhi status nutrisi balita.
4.            Mendidik kebiasaan makan yang baik, mencakup penjadwal makan , belajar.


1.4  Manfaat
Manfaat dalam penyusunan makalah ini adalah supaya meningkatkan  pemikiran kecerdasan bayi sebaiknya para ibu  harus lebih berhati-hati dalam  memberikan susu pada anakya.
          
          

























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Susu adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar susu (mamae), baik dari binatang maupun dari buah dada seorang ibu. Air susu ibu biasa dikenal dengan ASI, sedangkan susu hewan atau susu tiruan sebagai pengganti susu ibu disebut Pengganti Air Susu Ibu atau PASI pada umumnya adalah air susu dari berbagai binatang ternak, misalnya sapi, kerbau, kambing dan ada pula yang mempergunakan air susu unta atau kuda (Sediaoetama, 2006).
Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia betina. Susu adalah sumber gizi utama bagi bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim, keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia (Wikipedia, 2009).
Dalam SK Dirjen Peternakan No. 17 Tahun 1983, dijelaskan definisi susu adalah susu sapi yang meliputi susu segar, susu murni, susu pasteurisasi, dan susu sterilisasi. Susu segar adalah susu murni yang tidak mengalami proses pemanasan. Susu murni adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat. Susu murni diperoleh dengan cara pemerahan yang benar, tanpa mengurangi atau menambah sesuatu komponen atau bahan lain (Aziz, 2007).











BAB 3
PEMBAHASAN

     Selain merupakan bagian dari makanan 4 sehat 5 sempurna, ternyata susu juga memiliki cukup banyak manfaat bagi kita. Dengan mengkonsumsi susu, tulang kita dapat terlindungi dari pengeroposan tulang atau lebih dikenal dengan osteoporosis, juga membantu pembentukan otot. Ternyata, bukan hanya untuk membantu pembentukan otot saja, namun juga menjaga otot tersebut terkena cedera, oleh karena itu para atlet biasanya meminum susu, yang salah satunya adalah untuk menghindari kerentanan cedera otot itu sendiri.
      Susu juga bermanfaat untuk mencegah insomnia dan meningkatkan kualitas tidur, serta meningkatkan kewaspadaan di kemudian hari, hal ini didasarkan atas sebuah studi yang baru-baru ini dipublikasikan di Amerika Jurnal of Clinical Nutrition, dikatakan juga dengan mengkonsumsi susu sebelum tidur, bukan hanya kualitas tidur kita yang baik, namun juga ketika bangun kita tidak akan merasa lelah, dan tidak ada efek sampingnya, tidak seperti jika kita mengkonsumsi obat tidak  berkaitan dengan kandungan vitamin D yang terkandung dalam susu, bukan hanya tulang yang dilindungi dari pengeroposan, namun juga gigi kita. Dengan rajinnya kita mengkonsumsi susu, gigi kita akan terlindungi dari kerusakan atau kebusukan gigi, dan juga menjadi lebih kuat. Tentu saja, hal ini juga harus diiringi dengan rajinnya kita menggosok gigi secara teratur, agar mendapatkan hasil yang maksimal.
Ternyata, susu juga membantu kita mengurangi resiko terkena kanker usus. Kanker usus adalah penyakit ketiga yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia, dan berdasarkan sebuah penelitian, mengkonsumsi 16 ons susu sehari dapat mengurangi resiko terkena kanker usus sebesar 12 %. Terlepas dari kontroversi bahwa susu sapi mengandung jumlah kalsium dibandingkan susu yang berasal dari mamalia lainnya, minum susu tampaknya sudah merupakan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi oleh kita


BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
v  Pemenuhan gizi balita dapat dilihat dari karaker pada anak itu  sendiri .
v  Pemberian asupan zat makanan seperti zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur sangat diperlukan bagi balita.
v  Dan pengeluarannya asupan makanan harus ada keseimbangan sehingga di peroleh status gizi yang baik
v  Menu makanan yang baik seperti 4 sehat 5 sempurna sangat mempengaruhi kesehatan dan kecerdasan bagi otaknya.
v  Faktor yang mempengaruhi status nutrisi untuk balita yaitu serat makan dan kemudahan dalam mencerna makanan dari sumber makanan yang ia makan, vitamin serta pengaruh obat yang diminum dan faktor endokrin dan emosional
4.2 Saran
o      Pengetahuan ibu harus luas mengenai pemahaman tentang bayi
o      Sebaiknya seorang ibu harus bisa mengatur / memilah-milah makanan untuk balita.
o      Berikan anak makanan yang mengandung 4 sehat 5 sempurna karena sangat baik untuk pertumbuhan anak.  Jangan lupa pemberian makanan yang sehat serta suplemen yang teratur untuk pertumbuhan dan kecerdasannya.










DAFTAR PUSTAKA

Admin. 2011. Tips Menyedu Susu yang Baik. http://tipsehat.net.

Afifani, Nia. 2009. Faktor yang Berhubungan dengan Insomnia pada Lansia.http://adln.fkm.unair.ac.id.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar